Pertanyaan ujian sekolah bulan apa sering muncul di kalangan orang tua dan siswa. Namun bagi sebagian anak Indonesia, pertanyaan itu bukan prioritas utama karena mereka lebih dulu berjuang untuk sekadar bisa bersekolah. Kisah berikut menyajikan fakta dari balik layar pendidikan Indonesia pada tahun 2026.
1. Velistya: Enam Bulan Tanpa Sekolah, Kini Kembali Berkat Sekolah Rakyat
Velistya Kanza Ayunda (13) sempat putus sekolah selama enam bulan. Hari-harinya hanya diisi membantu ibu dan bermain di sekitar rumah yang atapnya ambruk.
Ketika petugas PKH menawarkan Sekolah Rakyat, ibunda awalnya menolak karena takut anaknya di-bully. Namun setelah melihat video sekolah tersebut, keraguan pun sirna.
Kini Velistya sudah kembali ke bangku belajar. Soal ujian sekolah bukan lagi momok, melainkan tanda ia bisa meraih cita-cita menjadi guru.
2. Hana: Putus Sekolah Karena Uang Jajan, Kini Betah di Asrama
Hana Oktaviana (14) tinggal di rumah bata merah yang belum diplester. Setelah lulus SD, ia tidak melanjutkan karena ayahnya buruh angkut dengan penghasilan tak menentu.
Berkat program Sekolah Rakyat, Hana kini tinggal di asrama. Ia mengaku awalnya canggung, namun kini justru tidak sabar ingin kembali ke sekolah setelah libur.
Di sekolah itu, banner ujian sekolah dan spanduk motivasi menghiasi dinding. Hana bercita-cita menjadi TNI, dan ujian sekolah adalah langkah awalnya.
3. Fano: Disabilitas yang Tak Putus Harapan
Fano adalah siswa SD penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat. Saat pertama datang, ia kesulitan mandiri dan kerap menangis karena rindu nenek yang telah tiada.

Alvian, wali asuh, mendampingi Fano hampir 24 jam. Perlahan Fano mulai percaya diri. Ia bahkan pernah bilang lebih nyaman di sekolah daripada di rumah.
Denah ujian sekolah dasar di sudut kelas menjadi pengingat bahwa semua anak, termasuk Fano, berhak mengikuti ujian dan mendapatkan pendidikan layak.
4. Data Kota Cirebon: 3.486 Anak Tidak Sekolah
Berdasarkan data Dapodik per 31 Desember 2025, terdapat 3.486 anak tidak sekolah di Kota Cirebon. Angka partisipasi sekolah menurun drastis pada usia remaja.
Program Sekolah Rakyat hadir di 166 titik seluruh Indonesia untuk menjangkau anak-anak yang selama ini tidak terlihat sistem. Mereka disebut The Invisible People oleh Kemensos.
Ujian sekolah bulan apa? Bagi mereka, jawabannya sederhana: setelah mereka kembali duduk di kelas dan negara menjamin hak belajarnya. Itulah ujian yang sesungguhnya.
Kesimpulan
Ujian sekolah bukan sekadar soal dan jadwal, melainkan simbol kesempatan. Dari Velistya hingga Fano, setiap anak berhak menjalani ujian dengan penuh harapan.
Negara hadir melalui Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan. Pertanyaan ujian sekolah bulan apa akan terjawab ketika semua anak Indonesia sudah kembali ke bangku pendidikan.
